TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Petugas Satreskrim Polres Binjai berhasil menangkap  tiga pelaku pembunuhan Steven Sigalingging. Ketiganya adalah: Jefri (21), warga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Simson (23), warga Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara, dan MS alias Nando (24), warga Jalan Turiam, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur. Steven dibunuh karena para pelaku kesal setelah menginformasikan bahwa roda empat yang sebelumnya dirental pelaku dijual kepada orang lain.
Polisi turut mengamankan barang bukti, satu unit sepeda motor Honda CBR putih BK 2286 RAQ, telepon genggam milik korban, dua telepon genggam milik tersangka, dan pakaian korban.
"Satu tersangka, yakni Jefri terpaksa kita tembak kakinya, karena berupaya melawan," kata Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ismawansa, dan Kanit I Jahtanras, Ipda Tono Listianto, Senin (19/6) di Polres Binjai.
Kapolres menjelaskan, penangkapan ketiga tersangka tidak terlepas dari terungkapnya identitas korban, pada Jumat (16/6) lalu.
Setelah Tim Opsnal Unit I Jahtanras menggelar oleh tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan beberapa saksi mata, satu per satu tersangka penganiaya dan pembunuh korban akhirnya bisa ditangkap.
"Kebetulan, seluruh tersangka kita tangkap dari tiga lokasi terpisah, dalam tempo tiga hari berturut-turut," katanya.
Katanya, awalnya mereka hanya ingin memberi pelajaran kepada korban. Tujuannya, agar korban tutup mulut, terkait aksi penggelapan mobil rental yang mereka lakukan.
Ketiga tersangka awalnya menganiaya korban di areal TPU Muslim, Pasar VI Tandam, Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara.
Namun begitu menyadari kondisi korban sudah kritis, akhirnya ketiga tersangka membawa pria tersebut ke Jalan Kamboja. Di tempat itu, mereka pun menghabisi nyawa korban, dengan cara melindas tubuhnya menggunakan sepeda motor.
"Jadi, yang berperan sebagai eksekutor ialah tersangka Nando. Sebab dia dengan sengaja melindas tubuh korban dengan sepeda motornya, seolah-olah pria tersebut tewas akibat tabrak lari," jelasnya.
