Senin, 19 Juni 2017 | 18:51 WIB

Polres Metro Jakarta Barat menggelar razia skala besar sahur on the road di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. TEMPO/Ridian Eka Saputra
TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua Andrian Dwi Nanda, korban tabrak lari mobil Daihatsu Ayla yang menerobos rombongan sahur on the road di Kemayoran, Jakarta Pusat, menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus yang menimpa anaknya itu ke polisi. âKami sudah ikhlas, biarlah polisi yang mengurus,â kata seorang pria yang mengaku sebagai ayah Andrian.
Pria itu hanya muncul sekilas saat Tempo mendatangi rumah Andrian yang ada di Jalan Dwi Warna gang V nomor 25, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Seorang tetangganya, Nani mengatakan bahwa Andrian baru saja tamat SMA. Dia tinggal bersama tantenya bernama Caci.
Saat dihubungi, Caci mengatakan jenazah Andrian telah dimakamkan. "Orang jahat itu yang nabrak, biar Tuhan nanti yang balas," ujarnya.
Baca juga: Tentara Ditusuk, Pengemudi Ayla Tabrak Peserta Sahur on the Road
Andrian, menurut salah satu tetangga Fera, anaknya kurang bersosialiasi. Tetangga cuma kenal dengan tantenya. âAnaknya jarang keluar rumah,â ujar Fera.
Menurut dia, jenazahnya tidak disemayamkan di Karang Anyar. Sempat dibawa ke rumah neneknya di Kebayoran. Kemudian dimakamkan di Cibubur. âInfo itupun saya lihat dari Facebook anak-anak sini yang nyebut âselamat jalan Andrian, anak Dwiwarnaâ dengan latar foto kuburnya di Cibubur,â katanya.
Andrian menjadi korban kebrutalan seorang pengendara mobil yang tiba-tiba menerobos rombongan sahur on the road di dekat patung Ondel-ondel, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebelumnya terjadi keributan antara rombongan sahur on the road dengan seorang anggota TNI bernama Prajurit Dua Ananda Puji Santoso, 22 tahun di lokasi yang sama. Ananda mengalami luka tusuk di perut.
IRSYAN HASYIM
