Laporan Wartawan Tribun Medan, Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bagi sebagian orang, uang logam atau uang koin tidak terlalu memiliki arti. Namun berbeda dengan orang-orang yang tergabung di komunitas Coin Action Change (CAC).
Terbentuk di 22 Oktober 2015, Coin A Chance (CAC) adalah komunitas sosial dengan memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi melalui recehan.
Koordinator dan coach CAC Medan, Rizky Franchitika mengatakan, uang receh atau uang koin adalah simbol dari komunitas tersebut.
âMengapa sih receh? Karena receh selalu dianggap sebagian besar orang remeh,â ujarnya, Sabtu (10/6/2017).
Baca: Lama Menghilang, Kabar Terbaru 6 Alumni IMB ini Bikin Tercengang! Ada yang Meninggal!
Baca: Bikin Merinding, Ciuman Terakhir Jupe buat Sang Bunda yang Selalu Mendampingi
Ia menerangkan, recehan tersebut dipilih sebagai bentuk donasi, karena CAC berkeinginan untuk menyebar semangat berbagi kepada masyarakat, bahwa dengan uang logam yang dimiliki pun bisa membantu anak-anak yang kurang mampu untuk bisa tetap bersekolah.
âCAC memiliki slogan utama yaitu Drop, Collect and Send Those Kids Back to School dan slogan tersebut sesuai dengan visi dan misi CAC untuk memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak berprestasi,â terangnya.
Ia menjelaskan, tujuan utama dari komunitas CAC tersebut adalah untuk membantu Indonesia dalam mencerdaskan anak-anak yang tidak mampu untuk membayar uang sekolah.
âDi mana adik-adik yang didampingi disebut dengan adik asuh. Anggota CAC disebut dengan kakak asuh,â jelasnya.
Ia menuturkan, tugas kakak asuh adalah mendampingi dan memantau perkembangan adik asuh, bahkan terjun langsung ke lapangan.
âDalam arti, melihat langsung perkembangannya di sekolah dan keluarga. Kakak asuh juga akan membantu pekerjaan rumah adik asuh, jika mereka mengalami kesulitan dalam belajar,â tuturnya.
Ia mengatakan, CAC awal mula terbentuk di Jakarta tahun 2008 lalu yang pendirinya adalah Nia K. Sadjarwo dan Hanny Kusumawati. Kemudian membuka cabang di Medan pada tahun 2012 lalu oleh Gunawan.
âSaat di Medan, CAC sempat vakum yang kemudian dibuka kembali dan pada tahun 2015 hingga sekarang masih terus berjalan,â katanya.(*)
