Senin, 26 Juni 2017

Heboh, Negara Ini Merekrut Waria dan Bencong sebagai Karyawan Kereta Api

Heboh, Negara Ini Merekrut Waria dan Bencong sebagai Karyawan Kereta Api

TRIBUN-MEDAN.COM - Sebuah rekaman video yang menampilkan sejumlah pegawai transgender yang direkrut perusahaan kereta India telah disaksikan lebih dari satu juta kali melalui Facebook.

"Apakah Anda terkejut melihat saya? Berpakaian seperti ini? Dalam seragam ini?" tanya salah seorang pegawai transgender.

"Saat Anda melihat saya hari ini, saya tidak ingin Anda melihat saya sebagai seseorang yang perlu dikasihani," cetus seorang pegawai transgender lainnya.

Pernyataan dua dari 16 pegawai transgender itu ditampilkan dalam sebuahrekaman video berdurasi 32 detik. Sampai Senin (26/06), video itu telah ditonton 1,6 juta kali dan dibagikan 32 ribu kali.

Pemerintah Negara Bagian Kerala di bagian selatan India mengunggah video tersebut setelah sejumlah pegawai transgender direkrut oleh perusahaan kereta api di Kota Kochi. Menurut rencana, akan ada sebanyak 60 transgender yang dipekerjakan mengingat jaringan kereta api terus berkembang.

Kaum transgender di India mengaku mengalami diskriminasi dan aksi kekerasan sehingga sulit bagi mereka untuk mendapat pekerjaan, walau Mahkamah Agung India pada 2014 telah menetapkan bahwa kaum transgender memiliki hak setara dengan warga lainnya. Berdasarkan sebuah perkiraan, ada sekitar dua juta kaum transgender di India.

"Hidup saya telah berubah. Saya sekarang seperti orang-orang lainnya. Orang tua saya bahagia. Saya merasa menjadi manusia yang normal," kata Jasmine, salah seorang pegawai transgender, kepada BBC.

Salah seorang karyawan transgender lainnya mengaku tidak cepat merasa puas.

"Saya menikmati pekerjaannya, tapi saya belum gembira sepenuhnya. Saya telah mengikuti kursus manajemen hotel dan saya berharap mendapat posisi manajemen yang lebih tinggi di perusahaan kereta Kochi," kata Neena.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, meresmikan layanan kereta Kochi.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, meresmikan layanan kereta Kochi. (twitter)

Juru bicara perusahaan kereta api Kochi, Reshmi CR, mengatakan keputusan untuk memperkerjakan transgender didorong oleh beragam laporan tahun lalu mengenai aksi kekerasan yang menimpa kaum waria. Para korban mengeluh bahwa tipisnya peluang mencari kerja mendorong mereka untuk mengemis.

قالب وردپرس