Laporan Wartawan Tribun Medan, Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Loket-loket penukaran uang baru menjelang Lebaran 2107 di Kota Medan mulai dipadati masyarakat. Hingga saat ini, sudah ada penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) sebanyak Rp7,47 miliar.
"Mulai 5 Juni hingga 8 Juni, BI bekerjasama dengan 15 bank umum di Medan penukaran total sudah tercatat 7,47 miliar," ujar Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumut, Arif Budi Santoso dalam Konferensi Pers sekaligus berbuka puasa bersama dengan wartawan di Medan.
Hingga saat ini, kata Arif, pecahan yang menjadi idola warga Medan adalah pecahan Rp 5 ribu. Sebab, sejauh ini pecahan Rp 5 ribu yang paling banyak diminati masyarakat.
Baca: Penukaran Uang Kecil di Kota Ini Sudah Rp 7,47 Miliar Jelang Lebaran
Baca: NEWS VIDEO: Penukaran Uang Baru Sudah Bisa Dilakukan di Lapangan Benteng
"Yang paling banyak ditukar adalah pecahan Rp 5 ribu, Rp 2 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu," katanya.
Pada penukaran di Lapangan Benteng pecahan Rp 5 ribu telah mencapai 4.145 pack, sementara pecahan Rp 2 ribu mencapai 3.592 pack.
Selain di Lapangan Benteng, lanjutnya, BI juga melakukan kas keliling di pasar tradisional seperti Petisah, Sukaramai, Halat dan Sambas.
"Kalau dari kas keliling di Pasar Rp994 juta. Dan yang paling diminati adalah pecahan Rp2 ribu,"ungkapnya.
Arif memprediksi jumlah penukaran akan meningkat pekan depan mengingat Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan dan gaji ke-13 PNS akan keluar.
Untuk diketahui tahun 2017 BI Wilayah Sumut menyiapkan 4,3 triliun uang kartal. Dari 4,3 triliun itu, sampai 7 Juni sebanyak Rp2,1 triliun sudah ditarik perbankan.
Dan dari Rp2,1 triliun itu sebanyak 74,4 persen uang pecahan besar (Rp100 ribu dan Rp50 ribu) atau Rp1,6 triliun. Sedangkan untuk UPK 25,6 persen atau 547 miliar.(*)
