Selasa, 06 Juni 2017

Tawaran Djarot untuk Korban Persekusi, Sekda DKI: Ikuti Prosedur

Tawaran Djarot untuk Korban Persekusi, Sekda DKI: Ikuti Prosedur

Selasa, 06 Juni 2017 | 16:32 WIB

Tawaran Djarot untuk Korban Persekusi, Sekda DKI: Ikuti Prosedur  

Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah meluncurkan iklan anti rokok pada badan Bus Transjakarta di halaman Balai Kota, 6 Juni 2017. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan tawaran bantuan terhadap dokter umum bernama Fiera Lovita untuk pindah ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus melalui prosedur yang benar. Dokter yang bertugas di RSUD Kabupaten Solok itu diduga mengalami intimidasi setelah dianggap melecehkan Rizieq Syihab melalui media sosial.

Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, pernah mengatakan akan membantu proses pemindahan apabila Fiera berkeinginan pindah ke Jakarta. Solusi tersebut ditawarkan demi keamanan terhadap korban persekusi dari kelompok atau golongan tertentu.

Baca: Fiera Lovita Ingin Pindah dari Solok, Gubernur Irwan Tak Halangi

"Asal prosedural saja. Dia PNS (pegawai negeri sipil), tho. Nah, kalau di PNS, mesti dilepas dulu dari pemerintah daerah di sana. Dilepas, kemudian dia masuk ke DKI mengajukan permohonan, kemudian diseleksi juga," ujar Saefullah di Balai Kota, Selasa, 6 Juni 2017.

Meski begitu, Saefullah mengatakan belum menjalin komunikasi dengan Fiera terkait dengan rencana kepindahannya tersebut. Menurut Saefullah, setiap calon PNS DKI Jakarta harus memenuhi persyaratan, misalnya batasan usia.

"Usia berapa dia? Kalau pindah ke DKI, usia maksimal 45 tahun. Jadi kalau mau pindah, tetap saja harus melalui prosedur yang benar," ujar Saefullah.

Baca: Penertiban Bedeng di Kalijodo, Kapolda: Tidak Akan Ada Chaos

Kasus persekusi bermula ketika Fiera mengunggah pandangannya ihwal kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Pornografi yang menjerat imam besar FPI, Rizieq Syihab. Fiera merasa khawatir akan keselamatannya jika dia tinggal di Solok. Ia merasa tidak aman, bahkan sempat berencana ingin meninggalkan Kota Solok untuk selama-lamanya.

LARISSA HUDA