Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Satuan Lalulintas Polrestabes Medan, AKBP Indra Warman mengatakan, selama Operasi Ramadniya Toba 2017, korban kecelakaan didominasi usia produktif. Kata Indra, ada enam orang yang meninggal dunia selama Ramadan dan lebaran.
"Korban kecelakaan di jalan raya ini rata-rata usia produktif mulai dari 20 hingga 30 tahun. Mereka yang mengalami kecelakaan cenderung pengguna sepeda motor," kata Indra, Selasa (4/6/2017).
Ia mengatakan, sebaran titik kecelakaan berada di lima kawasan yang dinaungi Polrestabes Medan. Adapun lokasi kecelakaan berada di wilayah Sunggal, Helvetia, Pancur Batu, Medan Baru, Medan Timur dan Medan Area.
Baca: BREAKING NEWS: Tim Saber Pungli Geledah Dinas Kesehatan, Ditemukan Uang Puluhan Juta Dalam Amplop
Baca: Warga Kembali Cari Korban Hilang di Air Terjun Pakai Pancing, Ini Alasannya
"Angka tertinggi kecelakaan terjadi di wilayah Sunggal dan Pancur Batu. Di Sunggal, terjadi enam kasus kecelakaan yang diantaranya tabrak lari. Kemudian lima kasus kecelakaan di Pancur Batu," ungkap Indra.
Perwira berpangkat dua melati emas di pundak ini mengatakan, pelaku tabrakan juga didominasi usia produktif. Waktu kejadian kecelakaan biasanya saat pagi hari.
"Berdasarkan catatan kami, waktu terjadinya kecelakaan itu rata-rata mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Kurun waktu ini adalah jam-jam sibuk dimana masyarakat beraktivitas, terutama bagi mereka yang tengah pergi bekerja," katanya.
Untuk mengantisipasi tingginya angka kecelakaan, Polrestabes Medan selama Operasi Ramadniya menempatkan petugasnya di tiap simpang yang rawan kecelakaan. Petugas Lalulintas juga diperintahkan untuk melakukan patroli terutama di jam-jam sibuk tersebut.(*)
