Rabu, 05 Juli 2017

Bahkan dari Zaman Pemerintahan Belanda dan Soekarno, Rencana Pemindahan Ibu Kota

Bahkan dari Zaman Pemerintahan Belanda dan Soekarno, Rencana Pemindahan Ibu Kota


TRIBUN-MEDAN.com - Tak ada angin, tak ada hujan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Senin (3/7/2017), menyatakan rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta pada 2018.

Baru juga lewat semester I/2017, wacana soal pemindahan ibu kota ini setidaknya sudah dua kali merebak kencang. Sebelum pernyataan Bambang, wacana ini sempat kencang terdengar pada April 2017.

Ada seminarnya segala saat itu.

Namun, wacana tersebut memang bukan baru muncul pada tahun ini, tak pula terdengar di era pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saja.

BACA: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Anggota DPR Ini juga Minta Kantor Dewan Ikut Dipindah

BACA : Inilah Fakta Seputar Kasus Anak Jokowi: Pelapor Berstatus Tersangka, Hingga Keanehan yang Ditanyakan

BACA: Wih, Pria Ini Hobinya Curi Celana Dalam Wanita dari Jemuran, Sudah 1.000 Helai Terkumpul

Jauh-jauh hari, Presiden Soekarno sudah sempat mengangkat gagasan pemindahan ini.

Rezim sekarang bukan pula yang kali kedua menggulirkan wacana tersebut setelah Soekarno. Hanya Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, dua dari tujuh Presiden Indonesia yang tidak mengangkat topik pemindahan ibu kota saat menjabat, setidaknya yang disampaikan secara terbuka.

Bahkan, wacana ini sudah muncul jauh sebelum Indonesia merdeka. Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pernah "gatal" ingin memindahkan ibu kota dari Batavia-nama lama Jakarta-ke Bandung.

قالب وردپرس