Jum'at, 07 Juli 2017 | 11:23 WIB

Kaesang Pangarep. Instagram.com
TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat heran soal laporan terhadap putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, atas video blog (vlog) yang mengulang kata 'ndeso' itu kemudian dipermasalahkan. Meski belum lihat video utuhnya, Djarot mengatakan tidak ada yang aneh dari kata 'ndeso' sebagaimana yang diucapkan Kaesang atas kritiknya dalam video itu.
Seorang warga Bekasi, Muhamad Hidayat melaporkan Kaesang Pangarep ke Kepolisian Resor Bekasi Kota pada awal Juli ini. Ia menyebut vlog Kaesang yang diunggah di Youtube dengan judul #BapakMintaProyek mengandung unsur ujaran kebencian (hate speech) dan penodaan agama.
"Aduh, masa kaya begitu (dilaporkan). Lah, iyo kan lucu ya. Begini lho, kata kata 'ndeso' kalau di kami itu kan guyonan ya, gurauan saja lah sebetulnya," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Jumat, 7 Juli 2017.
Â
Baca juga: Polisi Sebut Kasus Kaesang Pangarep Tak Penuhi Unsur Pidana
Menurut Djarot, sebagai orang desa, tidak ada masalah kalau masyarakat desa dianggap 'ndeso'. Selain itu, Djarot juga berpesan seharusnya media juga tidak memberikan ruang kepada pelapor untuk menyampaikan pemikiran yang dianggap tidak berdasar itu. Pemberitaan berlebihan terhadap kasus Kaesang Pangarep dinilai Djarot justru menimbulkan kegaduhan.
"Makanya tolonglah media, jangan bikin gaduh ya. Ada yang lapor biarin saja, enggak usah 'direken', enggak usah ditanggapi atau diekspose. 'Wong' (soal) kecil saja begitu ya. Banyak hal besar yang harus kita urusi," ujar Djarot.
Dalam laporannya, Hidayat hanya menyertakan pernyataan Kaesang yang dianggap telah menyebarkan kebencian dan penodaan agama seperti, mengadu domba, mengkafir-kafirkan, gak mau mensholatkan padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin, dan dasar ndeso. Dalam laporan itu, Hidayat melampirkan barang bukti print out Youtube.
Â
Baca juga: Kasus Kaesang Pangarep Tak Ditindaklanjuti, Ini Penjelasan Polri
Menurut Djarot, persoalan kecil yang dibesar-besarkan itu justru menyulitkan kinerja kepolisian karena masalah besar bisa jadi terbengkalai. Djarot mengatakan banyak hal penting yang mesti diurusi oleh aparat kepolisian selain pengaduan lucu seperti itu.
LARISSA HUDA
