Selasa, 04 Juli 2017

Pedagang Petisah Gali Lobang, Tutup Lobang

Pedagang Petisah Gali Lobang, Tutup Lobang


Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pedagang Pasar Petisah sedang mengalami masa sulit. Sudah tiga tahun terakhir keuntungan merosot tajam.

Satu diantaranya pemilik Toko pakaian ITA ASRI di Pasar Petisah tahap II lantai I blok D, Khairunnisa mengatakan Sekarang penjualan sangat jauh dibawah standar.

“Sekarang sulit nggak ada penjualan, dibawah nominal sudah. Mungkin sekarang sepi penjualan faktor ekonomi juga berpengaruh,“ kata Nisa, Selasa (4/7/2017).

"Sekarang sudah nggak ada untung, paling hanya bisa untuk melunasi toko. Karena harga sewa toko kan tinggi, sementara penjualan rendah. Keuntungan hanya untuk bayar sewa toko, pegawai dan listrik, nggak ada untung, gali lubang tutup lubang," tambahnya.

Nisa menuturkan cara untuk menyiasati menutupi semua kebutuhan itu, yaitu dengan cara melakukan pinjaman ke Bank, untuk menutupi semuanya.

"Pendapatan sekarang sudah sangat jauh dibawah standar. Biasanya kita dapat 50 juta satu bulan, kini hanya 25 juta. Pendapatan menurun sekitar 50 persen," kata Nisa.

"Nggak ada lagi pengunjung yang masuk sini desak-desakan. Sudah tiga tahun ini lempeng, bisa main bola disini. Mungkin faktor ekonomi juga karena bersamaan dengan anak masuk sekolah,“ ujarnya.

Pengunjung mayoritas mementingkan urusan untuk kebutuhan sekolah anak. Jadi belanja dikosongkan, karena pendidikan lebih dipentingkan.

“Mungkin yang belanja ada uang lebih sedikit, tapi nggak sepadat dulu lagi. Kalau empat tahun yang lalu memang kita, nggak bisa melayani sampai kita menambah pegawai,“kata Nisa.

“Kita mulai pagi sampai tutup itu nggak ada duduk. Bahkan penjualan sehari bisa mencapai 20 juta, ini sekarang lima juta juga susah dapat. Kalau dulu bisa keuntungan kita lunas toko ini, masih bisa simpan, ini sudah nggak ada lagi,"tambahnya.

Nisa mengatakan makanya saat ini bila ambil barang, tidak banyak-banyak lagi seperti dulu. Cuma ambil lima potong satu model.

“Sekarang sudah nggak ada lagi desak-desakan pengunjung, mungkin karena adanya online juga. Jelang Lebaran kemarin dan tahun baru nggak ada lagi perubahan sama saja semuanya podo mawon,“ kata Nisa. (cr9/tribun-medan.com)

قالب وردپرس