TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Â Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sudah meminta Kementerian Hukum dan HAM agar mempersiapkan petugas imigrasi untuk Bandara Silangit, Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara.
Sebab, bandara tersebut akan segera naik status menjadi bandara internasional pada waktu dekat.
"Tahun ini bandara Silangit akan kita bangun menjadi bandara internasional. Kalau Danau Toba kan sudah kita tetapkan menjadi destinasi pariwisata nasional, maka bandaranya juga harus internasional," kata Arief usai meresmikan perumahan Pesona Indonesia Pegawai Akademi Pariwisata Indonesia Medan di Desa Baru, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Rabu (7/6).
Arief melanjutkan, peningkatan status Bandara Silangit menjadi bandara bertaraf internasional sangat penting untuk menunjang pariwisata Danau Toba. Sebab, jarak antara Bandara Silangit dengan Danau Toba relatif jauh lebih dekat dibanding dari Bandara Internasional Kualanamu di Deliserdang.
"Kalau Bandara Silangit tidak segera kita bangun jadi bandara internasional, maka wisatawan mancanegara akan enggan untuk datang ke Danau Toba, karena orang kalau sudah waktu tempuhnya lebih dari dua jam perjalanan darat itu tidak akan mau," kata Arief.
Arief mengatakan, pemerintah secara umum menggelontorkan anggaran senilai Rp 20 triliun untuk membangun destinasi pariwisata yang digadang bakal menjadi Monaco of Asia tersebut.
Kata Arief, anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar senilai Rp 10 triliun dan untuk pembangunan resort senilai Rp 10 triliun.
"Sekarang untuk infrastruktur sudah mulai kita kerjakan, seperti jalan tol sudah kita bangun, perbaikan jalan menuju Bandara Silangit yang menghabiskan anggaran sekitar Rp350 miliar, begitu juga perbaikan jalan menuju Bandara Sibisa. Kemudian pembangunan jalan inner ringroad Danau Toba yang berada di Samosir, serta jalan outer ringroad yang berada di luar Danau Toba," kata Arief.
Selain dari APBN, lanjut Arief, pembangunan kawasan Danau Toba juga akan ditopang bantuan dari World Bank senilai USD 200 juta. Dana ini diperuntukkan untuk tiga destinasi wisata nasional, yakni Danau Toba, Candi Borobudur dan Mandalika.
"Jadi kalau dirata-ratakan, dari World Bank itu Danau Toba bisa mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 800 miliar. Anggaran ini juga yang akan kita buat master plan kawasan Danau Toba yang nantinya akan dikerjakan oleh konsultan kelas dunia," ujarnya.
