TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR -Â Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Siantar tahun anggaran 2016 di tingkat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Siantar berlangsug dengan beberapa kali skors. Rapat berlangsung di gedung DPRD Siantar Jalan Adam Malik, Rabu (7/6)
Saat pembahasan, Pansus menyebut data LKPj Walikota dan Laporan SKPD yang tidak sinkron. Sehingga beberapa kali rapat diskors.Â
Ketua Pansus, Rini Silalahi kemudian menskors rapat untuk koordinasi dengan anggota Pansus lainnya. Skor inu agar LKPj tersebut dikembalikan ke Pemko Siantar walaupun belum selesai dibahas atau dilanjutkan kembali.
"Ini sudah berulang kali terjadi. Kemarin begitu di Dinas Kesehatan (Dinkes). Tidak ada sinkron antar laporan dari SKPD ke penyusunan LKPJ. Ini lagi, ada juga masalah yang sama di Lingkungan Hidup," kata Rini yang kemudian menskors rapat.
"Kayak gini (data laporan beda-beda/tidak sinkron) sama aja buat jebakan ke Walikota," tukas Rini.Â
Di tengah jalannya rapat, Frans Bungaran Sitanggang, anggota Pansus DPRD melakukan Walk Out (WO) di depan para pimpinan dan pegawai SKPD seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penelitian, Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BP3D) Kota Siantar.
Frans menilai LKPj Wali Kota Siantar tahun 2016 tersebut disusun dengan tidak teliti dan asal jadi. Sehingga  terjadi ketidaksinkronan antara laporan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan yang di buku LKPj.
"Izin ketua, berhentikan saja rapat ini karena amburadul, asal-asalan ini. Kita minta tambahan waktu nanti untuk perpanjangan SK (Surat Keputusan) kita (Pansus DPRD) ini," katanya.
Skors rapat yang lebih dari setengah jam tersebut kemudian dibuka lagi dengan keputusan bahwa rapat tersebut dilanjutkan. Namun, ketika itu Frans Bungaran berbeda pendapat dengan anggota Pansus lainnya. Ia memilih WO daripada mengikuti rapat tersebut.
"Izin Ketua, ini sudah berulang-ulang terjadi. Izin saya keluar dari rapat ini. Saya akan koordinasi dulu dengan pimpinan fraksi. Karena saya di sini sebagai perwakilan fraksi. Kalau bilang fraksi lanjut, ya besok saya lanjut," kata Frans Bungaran yang kemudian keluar meninggalkan rapat menenteng tas hitamnya.(dyk/tribun-medan.com)
